Header Ads

Breaking News
recent

Kerajaan-Kerajaan Besar Paling Berpengaruh dalam Peradaban Dunia

Halo sobat Carolusiano...

Pada kesempatan kali ini, saya akan memposting tentang Kerajaan Paling Berpengaruh di dalam Peradaban Dunia. Mungkin sobat mengenal beberapa dari kerajaan - kerajaan tersebut... Oleh karena itu, saya ingin memberikan versi lengkapnya.

1. Kerajaan Yunani / Greece (800 SM - 1453 M)



Siapa yang tidak kenal tokoh-tokoh seperti Alexander Agung dan Achilles? Ya, mereka adalah pemimpin besar Yunani yang kehebatannya mampu bertahan hingga sekarang ini. Walaupun Alexander Agung berasal dari Makedonia dan bukan dari Yunani, namun pada saat itu, teknologi dan kebudayaannya masih sama dengan rakyat Yunani pada umumnya. Peradaban Yunani Kuno juga disebut-sebut sebagai nenek moyang peradaban bangsa barat dikarenakan perkembangan teknologi dan filosofinya yang kental. Kerajaan Yunani juga merupakan kerajaan yang jaya pasca Perang Troya (Achilles vs Hector) dan Perang Thermophylae (Leonidas dari Sparta vs Xerxes I dari Persia) yang sampai diangkat ke film layar lebar. Penaklukan Alexander Agung juga sangat berpengaruh bagi Yunani dan membuatnya menjadi kekaisaran yang besar. Namun, penaklukannya tidak berlangsung lama sehingga kekaisarannya pecah menjadi empat bagian yang masing-masing wilayah dipimpin oleh Jendral-jendral Alexander Agung, wilayah tersebut adalah Ptolemaic (Mesir), Seleucid (Mesopotamia), Attalid (Anatolia), dan Antigonid (Macedonia). Pasca penaklukan daratan Yunani oleh bangsa Romawi, Romawi membelah kerajaannya menjadi dua yaitu Kekaisaran Romawi Barat dengan ibukota Roma dan Kekaisaran Romawi Timut dengan ibukota Konstantinopel. Dan setelah jatuhnya kekaisaran Romawi, mereka memerdekakan diri dan mengganti nama menjadi Kekaisaran Byzantine. Kekaisaran Byzantine menjadi pusat perdagangan strategis karena merupakan penghubung antara Barat-Timur. Mereka juga membuat hubungan yang baik dengan kerajaan tetangga seperti Venesia. Pada tanggal 29 Mei 1953, Kerajaan Turki dari dinasti Ottoman menyerang Kota Konstantinopel, Turki dipimpin oleh Sultan Mehmed dan Byzantine dipimpin Kaisar Constantine XI Palaiologos. Turki pun memenangkan perang melawan Byzantine dan mengganti nama Ibukota Konstantinopel menjadi Istanbul yang keberadaannya masih bertahan sampai sekarang ini. Untuk itu tahun 1453, Kebesaran dan Pengaruh Yunani dinyatakan berakhir.

 2. Kekaisaran Mongol / Mongol Empire (1206 M - 1368 M)



Kekaisaran ini bisa dibilang merupakan kekaisaran terbesar sepanjang sejarah, Kekaisaran ini bisa mencangkup wilayah seluas 24 juta kilometer persegi. Dengan kebesarannya itu, Kekaisaran Mongol bisa dibilang Kekaisaran Barbar terbesar dalam sejarah. Mengapa? karena Mereka menggunakan cara-cara yang kejam dalam menghadapi musuhnya. Dalam berperang, prajurit Mongol selalu membabi buta musuhnya dengan kombinasi kuda + panah. Sehingga musuh nya kewalahan dalam menghadapi prajurit Mongol tersebut. Namun, dibalik kekejamannya itu Kekaisaran Mongol merupakan kekaisaran yang menerima segala macam agama entah itu Islam, Kristen, Buddha, dll. Untuk itu, Kekaisaran Mongol merupakan kekaisaran yang toleran terhadap agama lain. Walaupun sebagian besar orang-orang Mongol menganut kepercayaan Tengri ( Dewa Langit ). Kekaisaran Mongol juga menghasilkan kerajaan-kerajaan besar seperti Kekaisaran Timurids (Persia), Kekaisaran Mughals (India), Dynasti Yuan (China), Kerajaan Russia, Kerajaan Hungaria, bahkan Kekaisaran Ottoman Turki menyatakan klaim bahwa mereka merupakan keturunan dari Mongol dari anak Genghis Khan bernama Jochi. Pada sekarang ini, keturunan Genghis Khan sebanyak 1 juta jiwa lebih dan mereka tersebar di seluruh dunia. Apakah anda termasuk salah satunya?

3. Viking (800 M - 1050 M)



Apakah anda tahu bahwa sebagian besar populasi orang Rusia, dan Inggris merupakan keturunan bangsa Viking? Menurut anda, Viking adalah orang Barbar yang sama kejamnya seperti Mongol, tetapi ada alasan dibalik-nya mengapa Viking bisa menjarah dan menjadi kejam di masanya. Berikut ini penjelasannya :
"Viking adalah suku bangsa dari Skandinavia yang berprofesi sebagai pedagang, peladang, dan paling terkenal sebagai perompak (seringkali setelah gagal berniaga) yang di antara tahun 800 dan 1050 menjarah, menduduki dan berdagang sepanjang pesisir, sungai dan pulau di Eropa dan pesisir timur laut Amerika Utara, serta bagian timur Eropa sampai ke Rusia dan Konstantinopel," dikutip dari Wikipedia.com.

Nah, pada penjelasan diatas, alasan bangsa Viking menjarah kerajaan di sekitarnya adalah untuk mendapat kemakmuran. Mengapa? karena sebagian besar daratan Scandinavia ( Pemukiman bangsa Viking ) adalah daratan es yang dingin. Karena faktor geografi tersebut, mereka tidak bisa bercocok tanam dan berkebun dan hanya bisa berdagang dan berburu. Oleh karena itu, karena jerih payah yang didapat dari berburu dan berdagang tidak menguntungkan, akhirnya mereka menjarah. Karena pengaruhnya sangat luas dan hampir mencakup seluruh wilayah Eropa. Akhirnya ada segelintir Raja-raja yang memberi mereka kehidupan layak entah menjadi prajurit bayaran, ataupun menjadi prajurit kerajaan. Salah satu kerajaan tersebut adalah Kekaisaran Byzantine yang merekrut pasukan Viking berbadan besar lalu memanggil diri mereka Varangians. Viking juga pernah menggoyahkan politik kerajaan Inggris setelah terdapat klaim bahwa Harald Hardrada berhak duduk di tahta Kerajaan Inggris lewat perjuangan yang dilakukan nenek moyang nya selama berabad-abad. Namun hal itu tidak mudah karena terdapat klaim lain dari daratan Utara Francis, Ia adalah William The Conqueror ( William Sang Penakluk dari Normandia ), walaupun William sendiri mempunyai sedikit darah Viking. Akhirnya pertarungan sengit terjadi antara Harold Godwinson (Inggris/Anglo-Saxon), Harald Hardrada (Norwegia/Viking), dan William de Normandie (Francis/Normandia). Pertempuran tersebut dimenangkan oleh William, dan setelah itu kepemimpinan Kerajaan Inggris dilanjutkan oleh keturunan-keturunan William Sang Penakluk. Pada sekarang ini terdapat teori bahwa pengaruh Viking sampai di benua America (Skraelings) dan Greenland. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui bahwa cerita yang saya berikan di atas tidak hanya berpengaruh di Eropa saja tetapi di Indonesia juga.Namun alangkah baiknya bila kita harus menghargai jasa nenek moyang kita sebagai pelaut.

4. Kekaisaran Romawi (27 SM - 1453 M)


Mengapa tahun kejatuhan Kekaisaran Romawi saya tulis 1453 M? Karena pada saat itu Kerajaan Yunani bernama Kekaisaran Byzantine menyerukan bahwa dirinya merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi dan setelah jatuhnya Konstantinopel, maka berakhirnya kekuasaan Romawi. Tetapi sebenarnya walaupun Konstantinopel jatuh ke tangan Turki, Kekaisaran Romawi belum benar-benar jatuh. Jatuhnya Kekaisaran Romawi adalah tahun 1806, Wah lama banget yah... Hal itu dibuktikan karena berdirinya Kekaisaran Romawi Suci (Holy Roman Empire) tahun 962 M. Perbedaanya adalah jika Kekaisaran Romawi, kaisar-kaisar nya adalah asli orang Roma, sedangkan kaisar-kaisar Kekaisaran Romawi Suci adalah orang Francis dan Jerman. Dalam pengaruhnya, Kekaisaran Romawi berhasil menciptakan sistem perpolitikan demokrasi pertama di dunia, yaitu Senat ( Yang menjalankannya disebut Senator). Dan sebenarnya nama asli dari Kekaisaran Romawi yaitu disingkat SPQR (Senatus Populusque Romanus) yang artinya Senat Romawi dan Rakyat Roma. Kekaisaran Romawi juga menetapkan peraturan-peraturan yang sangat berpengaruh sampai jaman sekarang ini seperti penetapan mata uang, pengadilan umum, pajak tanah, kebebasan berpendapat, pembayaran hutang,dll. Dalam sistem ekonomi, Kekaisaran Romawi juga berhubungan baik dengan kerajaan-kerajaan di Asia khususnya China, mereka melakukan perdagangan melalui darat yang dinamakan "Silk Road" atau biasa disebut Jalur Sutera. Oleh karena itu tidak dipungkiri lagi bahwa Kekaisaran Romawi sangat berpengaruh bagi kemajuan dunia.

5. Kekhalifahan Abbasiyah / Abbasid Caliphate (750 M - 1517 M)




Kekhalifahan Abbasiyah atau Bani Abbasiyah adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad. Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dengan menerjemahkan dan melanjutkan tradisi keilmuan Yunani dan Persia. Kekhalifahan ini berkuasa setelah Bani Umayyah direbut dan menguasai seluruh wilayah kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah dirujuk kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652), oleh karena itu mereka juga termasuk ke dalam Bani Hasyim. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad. Berkembang selama dua abad, tetapi pelan-pelan meredup setelah naiknya bangsa Turki yang sebelumnya merupakan bagian dari tentara kekhalifahan yang mereka bentuk, dan dikenal dengan nama Mamluk. Selama 150 tahun mereka mengambil kekuasaan melintasi Iran, kekhalifahan dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan kepada dinasti-dinasti setempat, yang sering disebut amir atau sultan. Menyerahkan Andalusia kepada keturunan Bani Umayyah yang melarikan diri, Maghreb dan Ifriqiya kepada Aghlabiyyah dan Fatimiyah. Kejatuhan totalnya pada tahun 1258 disebabkan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Baghdad dan tak menyisakan sedikitpun dari pengetahuan yang dihimpun di perpustakaan Baghdad.

6. Kesultanan Turki / Ottoman Empire (1299 M - 1923 M)



Kesultanan Turki atau biasa disebut Kesultanan Utsmaniyah didirikan oleh suku-suku Turki di bawah pimpinan Osman Bey di barat laut Anatolia pada tahun 1299. Seiring penaklukan Konstantinopel oleh Mehmed II tahun 1453, negara Utsmaniyah berubah menjadi kesultanan. Sepanjang abad ke-16 dan 17, tepatnya pada puncak kekuasaannya di bawah pemerintahan Suleiman Agung, Kesultanan Utsmaniyah adalah salah satu negara terkuat di dunia, imperium multinasional dan multibahasa yang mengendalikan sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat/Kaukasus, Afrika Utara, dan Tanduk Afrika. Pada awal abad ke-17, kesultanan ini terdiri dari 32 provinsi dan sejumlah negara vasal, beberapa di antaranya dianeksasi ke dalam teritori kesultanan, sedangkan sisanya diberikan beragam tingkat otonomi dalam kurun beberapa abad. Dengan Konstantinopel sebagai ibu kotanya dan kekuasaannya atas wilayah yang luas di sekitar cekungan Mediterania, Kesultanan Utsmaniyah menjadi pusat interaksi antara dunia Timur dan Barat selama lebih dari enam abad. Kesultanan ini bubar pasca Perang Dunia I. Pembubarannya berujung pada kemunculan rezim politik baru di Turki, serta pembentukan Balkan dan Timur Tengah yang baru.


Pemerintahan Utsmaniyah menerapkan kebijakan pengembangan Bursa, Adrianopel, dan Istanbul (semuanya adalah ibu kota Utsmaniyah) menjadi pusat perdagangan dan industri besar karena para pedagang dan pengrajin memainkan peran besar dalam pembentukan metropolis baru. Sampai saat itu, Mehmed dan penggantinya, Bayezid, juga mendorong dan menerima migrasi kaum Yahudi dari berbagai daerah di Eropa. Mereka menetap di Istanbul dan kota-kota pelabuhan seperti Salonica. Di sejumlah tempat di Eropa, kaum Yahudi ditindas oleh penduduk Kristen. Toleransi yang dimiliki bangsa Turki disambut hangat oleh para imigran.




* NB : Bila anda ingin menambahkan kerajaan-kerajaan lain, mohon tulis di kolom komentar di bawah *
 

Tidak ada komentar:

Terima kasih karena telah mengunjungi Blog ini. Usahakan komen karena komen anda turut membangun blog ini. Tolong berikan komentar yang layak, No SARA, No Spam, dan No Live-Link.

© 2013 CAROLUSIANO.BLOGSPOT.CO.ID ALL RIGHTS RESERVED