Bisnis Beretika
Judul bab ini adalah “Bisnis Beretika”. Oleh karena itu, subjek utama adalah “bisnis” atau lebih spesifik lagi “kegiatan bisnis”. Kata “beretika” mengandung arti mempunyai etika. Bisnis beretika membahas tentang kegiatan bisnis yang telah memperhatikan etika. Judul dan pembahasan dalam bab ini lebih menekankan pada penerapan etika dalam bisnis, bukan menggali atau menemukan apa yang disebut etika bisnis. Pada dasarnya, muncul pertanyaan yang mengacu pada identifikasi tentang siapa, apa, bagaimana, dan mengapa.
Siapa
Konsep utama yang harus dipahami adalah bahwa perusahaan adalah makhluk sosial. Perusahaan tidak bisa hidup tanpa perlindungan pemerintah. Juga, perusahaan pada umumnya, berlokasi di tengah masyarakat. Bagi perusahaan, jawaban untuk pertanyaan siapa yang perlu diperhatikan hak dan kepentingannya sudah jelas, yaitu para stakeholder.
Apa
Pertanyaan tentang “Apa”, banyak berkaitan dengan hak dan kepentingan para stakeholder tersebut. Prinsip etika adalah menghormati kepentingan dan hak pihak lain, tidak saja saat melakukan hubungan ekonomi, tetapi kemungkinan besar mencakup hubungan sosial. Masalah utama yang berkaitan dengan hubungan ekonomi adalah dicapainya keadilan (justice) dan kewajaran (fairness) dalam pengaturan hubungan tersebut. Asas biaya (cost) dan manfaat (benefit) akan menjadi tumpuan dalam mempertimbangkan hubungan tersebut. Namun, sifat-sifat keutamaan seperti jujur (honesty), bertanggung jawab (responsible), integritas (integrity), adil (fairness), dan menepati janji (promise keeping) harus selalu dijadikan pedoman. Sedangkan hubungan sosial berkaitan dengan masalah keadilan, kewajaran, dan biaya manfaat, tetapi cakupannya lebih luas, misalnya sekelompok orang, masyarakat, atau lingkungan. Sifat-sifat keutamaan yang perlu ditonjolkan adalah kepedulian (caring), kesetiaan (loyalty), dan ingin bertindak sebagai warga negara yang bertanggung jawab (responsible citizenship).
Mengapa
Pelaksanaan etika bisnis adalah kegiatan yang memerlukan pengorbanan. Ujung dari pengorbanan adalah biaya. Penghormatan terhadap hak dan kepentigan pihak lain akan mengurangi laba perusahaan. Pertanyaan tentang mengapa dapat dijawab dengan sederhana, karena keharusan untuk mematuhi undang-undang, mematuhi peraturan, dan tuntutan yang semakin gencar dari masyarakat.
Bagaimana
Jika cakupan etika telah ditentukan, tahap selanjutnya adalah menjabarkan dan mengakomodasikannya dalam organisasi perusahaan. Istilah yang tepat barangkali adalah pengorganisasian etika bisnis (organizing business ethics). Pengorganisasian etika bisnis adalah pengaturan dan penjabaran konsep pemikiran bisnis beretika ke dalam stuktur organisasi perusahaan. Dari sinilah, kemudian, muncul konsep organisasi beretika (ethical organization).
Struktur
Pengembangan organisasi beretika menjadi tanggung jawab manajemen, termasuk direksi dalam dua sistem dewan (two board system). Niat berbuat etis dicerminkan dalam pernyataan visi dan misi dan budaya perusahaan. Budaya perusahaan dijabarkan lebih lanjur dalam sistem nilai (value system) yang dianut kode etik yang dijadikan pedoman bertindak. Niat juga tercermin dalam tujuan (goals), strategi (strategy), kebijakan (policies), dan prosedur (procedures) yang berkaitan dengan proteksi kepentingan dan hak para stakeholder.
Kebijakan dan Prosedur
Kebijakan menyatakan posisi (sikap) perusahaan terhadap suatu peristiwa (situasi) atau transaksi. Prosedur mengatur uraian tugas dan urutan untuk mengerjakan suatu kegiatan yang terkait dengan peristiwa atau transaksi. Perlindungan kepentingan dan hak dilakukan terhadap pihak-pihak seperti stakeholder, kreditur, karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah, pesaing, serta aktivis lingkungan dan masyarakat
Tata Kelola
Tata kelola berhubungan dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam organisasi perusahaan. Tujuannya adalah memperoleh keseimbangan kekuasaan dalam pengelolaan sehingga diperoleh check & balance dalam pencapaian tujuan, yaitu penciptaan nilai.
Pengambilan Keputusan
Organisasi beretika merupakan dasar bagi pengambilan keputusan beretika. Sementara itu, keputusan beretika akan menentukan aktivitas yang beretika. Hasil aktivitas menentukan kinerja beretika. Penilaian masyarakat yang tercermin dalam persepsi mereka terhadap hasil kinerja beretika akan memunculkan sikap empati kepada perusahaan.
Etika dalam Bisnis
Sebuah lembaga nirlaba di A.S. yang berusaha mengembangkan perilaku etis untuk profesi di bidang pemerintahan, hukum, kedokteran, bisnis, akuntansi, dan jurnalisme, Josephson Institute for the Advancement of Ethics menjelaskan bahwa perilaku etis (ethical behaviour) ditandai oleh sifat-sifat dasar sebagai berikut.
1. Jujur (honesty)
2. Berintegritas (integrity)
3. Menepati janji (promise keeping)
4. Kesetiaan (loyalty)
5. Bertindak adil (fairness)
6. Peduli dan hormat pada orang lain (caring and respect to others)
7. Warga negara yang bertanggung jawab (responsible citizenship)
(Resume Etika dalam Bisnis & Profesi Akuntan dan Tata Kelola Perusahaan, Soemarso S.R.)
Tidak ada komentar:
Terima kasih karena telah mengunjungi Blog ini. Usahakan komen karena komen anda turut membangun blog ini. Tolong berikan komentar yang layak, No SARA, No Spam, dan No Live-Link.
© 2013 CAROLUSIANO.BLOGSPOT.CO.ID ALL RIGHTS RESERVED