Bisnis dalam Sistem Ekonomi Pasar
Dalam sistem ekonomi pasar, kegiatan perekonomian dilakukan oleh penjual dan pembeli. Untuk barang-barang konsumsi akhir, pembeli adalah perorangan. Barang-barang konsumsi akhir tersebut dihasilkan oleh produsen. Penjualan dapat dilakukan oleh produsen itu sendiri atau melalui agen-agen distribusi. Produsen dan agen-agen distribusi merupakan pengusaha yang secara khusus melakukan usaha untuk mencari keuntungan / laba. Pengusaha dapat berbentuk perorangan atau organisasi usaha yang disebut perusahaan.
Konsumsi sebagai Pemicu
Ujung dari kegiatan ekonomi adalah konsumsi. Konsumsi memunculkan permintaan dan permintaan menciptakan pasar. Permintaan menimbulkan penawaran. Alur inilah yang pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian dalam ekonomi pasar.Sejalan dengan motivasi manusia untuk maju, kebutuhan konsumsi masyarakat semakin lama semakin bervariasi. Porsi konsumsi nya juga semakin besar. Perkembangan inovasi mengarah pada produksi barang dan jasa untuk kebutuhan tersier. Asas ekonomi berubah dari demand creates supply menjadi Say’s law: supply creates it’s own demand. Konsumsi masyarakat yang berkembang dari kebutuhan primer ke kebutuhan sekunder dan tersier menjadi akibat meningkatnya kesejahteraan mereka. Dalam menghasilkan barang konsumsi akhir, produsen perlu bahan baku dan bahan pembantu yang merupakan barang perantara (intermediary goods). Kegiatan usaha merupakan inti dari sistem ekonomi pasar. Kegiatan itu dilakukan melalui sistem tukar menukar di suatu pasar. Harga merupakan mekanisme yang digunakan dalam tukar menukar tersebut.
Bisnis dalam Masyarakat
Kegiatan usaha merupakan salah satu kegiatan ekonomi dalam masyarakat. Di negara yang menganut sistem ekonomi pasar, interaksi antara produsen dan konsumen merupakan inti dari kegiatan ekonomi. Interaksi tersebut dikenal sebagai pertukaran. Konsumen adalah pihak yang membutuhkan barang dan jasa. Produsen adalah pihak yang menghasilkan barang dan jasa. Pertukaran terjadi di pasar melalui mekanisme harga. Stakeholder adalah pihak-pihak yang berkepentingan langsung dengan kegiatan bisnis dan tukar menukar barang dan jasa.
Laba sebagai Tujuan
Laba merupakan imbalan bagi modal yang disisihkan untuk usaha. Pemilik modal menanggung resiko atas modal yang mereka tanamkan. Oleh karena itu, mereka berhak atas laba. Teori ekonomi mikro dalam setiap analisisnya menganggap bahwa tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba. Tujuan perusahaan tidak hanya semata-mata untuk mencari laba. Alokasi sumber daya melalui usaha, dalam sistem ekonomi pasar, harus sesuai dengan aturan masyarakat dan mencakup unsur tanggung jawab sosial serta tunduk pada undang-undang dan etika berusaha. Konsep stakeholder menekankan pada pentingnya ketergantungan antara kegiatan usaha dan masyarakat. Keduanya merupakan dua pihak yang harus melakukan upaya simbiosis mutualisme. Laba hanyalah motivasi untuk berusaha. Bertens (2013:177) menganggap keuntungan laba sebagai berikut.
1. Tolok ukur kesehatan perusahaan atau efisiensi manajemen
2. Pertanda bahwa produk dan jasanya dihargai oleh masyarakat
3. Cambuk untuk meningkatkan usaha
4. Syarat kelangsungan usaha
5. Mengimbangi resiko dalam usaha
Pembentukan Modal dalam Bisnis
Pembentukan modal dalam bisnis diwujudkan dalam tersebntuknya partnership. Usaha dikatakan sebagai partnership apabila tanggung jawab usaha tersebut dipikul bersama secara renteng. Semakin maju usaha, semakin besar modal yang diperlukan. Bank tidak mampu memasok kebutuhan modal tersebut. Oleh karena itu, modal harus dipasok oleh orang atau institusi yang bersedia untuk melakukannya. Muncul konsep investor. Institusi yang digunakan untuk menjaring modal dari para investor disebut dengan pasar modal (capital market). Media yang digunakan sebagai bukti kepemilikan disebut dengan saham. Dewasa ini, pemupukan modal melalui pasar modal merupakan tulang punggung dari sistem ekonomi pasar. Bentuk perusahaan pun menjadi perseroan terbatas (limited liability company).
Pasar Modal
Pasar modal merupakan jantung dari sistem ekonomi pasar. Indikator-indikator semisal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dijadikan sebagai pengukur kemajuan ekonomi suatu negara. Selain sebagai sumber pendanaan bisnis, pasar modal digunakan untuk melakukan jual beli saham dan surat-surat berharga jangka panjang yang lain.
Mantra Sukses
Pencapaian laba maksimal membuat para manajemen perusahaan terbius oleh mantra sukses pasar bebas yang mengatur perilaku dan menjadi paradigma dalam menjalankan perusahaan. Mantra pertama adalah laba per saham (earning per share) yang berarti bahwa manajemen perusahaan akan berupaya untuk menaikkan laba per sahamnya. Angka ini merupakan ukuran sukses manajemen. Mantra kedua adalah pertumbuhan (Growth) yang ditunjukkan dalam berbagai indikator yaitu penjualan, karyawan, pabrik, termasuk laba saham.Mantra ketiga adalah pangsa pasar, semakin besar pangsa pasarnya maka semakin kuat penguasaan perusahaan terhadap pasar yang bersangkutan. Mantra keempat adalah ukuran (Size) dan mantra terakhir adalah daftar teratas (Top of the List). Dalam impiannya, manajemen perusahaan selalu ingin menempatkan dirinya atau perusahaannya pada daftar teratas di antara kalangannya.
Stakeholder versus Shareholder
Stakeholder merupakan pemegang saham bersama-sama dengan pihak lain yang berkepentingan. Dengan konsep stakeholder, orientasi perusahaan dalam menjalankan usaha menjadi berubah. Laba sebagai cerminan dari peningkatan nilai pemegang saham (shareholder value) bukan lagi menjadi satu-satunya tujuan perusahaan. Kepentingan stakeholder yang lain perlu diakomodasikan oleh perusahaan, yang mau tidak mau, akan menggerus laba. Oleh karena itu, tujuan perusahaan beralih dari laba maksimal menjadi laba wajar. Tujuan perusahaan tidak lagi hanya berupa peningkatan nilai pemegang saham dan proteksi stakeholder yang lain, tetapi juga harus mencakup peningkatan nilai perusahaan.
Aspek Bisnis
Aspek bisnis menurut Bertens, ada tiga yaitu aspek ekonomi, hukum, dan moral. Suatu kegiatan usaha diharapkan dapat memenuhi ketiga aspek tersebut.
(Resume Etika dalam Bisnis & Profesi Akuntan dan Tata Kelola Perusahaan, Soemarso S.R.)
Tidak ada komentar:
Terima kasih karena telah mengunjungi Blog ini. Usahakan komen karena komen anda turut membangun blog ini. Tolong berikan komentar yang layak, No SARA, No Spam, dan No Live-Link.
© 2013 CAROLUSIANO.BLOGSPOT.CO.ID ALL RIGHTS RESERVED