Header Ads

Breaking News
recent

Segmented Reporting, Investment Center Evaluation, and Transfer Pricing



DESENTRALISASI DAN PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN

Sistem akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting system) adalah sistem yang mengukur berbagai hasil yang dicapai setiap pusat pertanggungjawaban menurut informasi yang dibutuhkan para manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka. Desentralisasi (decentralization) adalah pratek pendelegasian wewenang pengambilan keputusan kepada jenjang yang lebih rendah. Pengambilan keputusan terdesentralisasi (decentralized decision making) memperkenankan manajer pada jenjang yang lebih rendah untuk membuat dan mengimplementasikan keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan wilayah pertanggungjawaban mereka.

ALASAN-ALASAN MELAKUKAN DESENTRALISASI
Alasan-alasan dan cara-cara yang dipilih perusahaan untuk melaksanakan proses desentralisasi adalah :
1. Mengumpulkan dan Menggunakan Informasi Lokal.
2. Memfokuskan Manajemen Pusat.
3. Melatih dan Memotivasi Para Manajer.
4. Meningkatkan Daya Saing.

DIVISI-DIVISI DALAM PERUSAHAAN YANG TERDESENTRALISASI

Desentralisasi biasanya diwujudkan melalui pembentukan unit-unit yang disebut divisi. Pengorganisasian divisi-divisi sebagai pusat pertanggungjawaban menciptakan kesempatan pengendalian divisi melalui penggunaan akuntansi pertanggungjawaban. Cara pembagian unit-unit atau divisi tersebut adalah :

1. Pembagian berdasarkan barang dan jasa yang diproduksi. Contoh, divisi Pepsi, Coke dan lain-lain.

2. Pembagian menurut garis geografis. Misalnya, UAL, Inc. (induk perusahaan United Airline) memiliki sejumlah divisi regional Asia/Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Amerika Utara, dan Karibia.

3. Pembagian berdasarkan jenis pertanggungjawaban yang diberikan kepada manajer divisi. Pusat pertanggungjawaban terdiri dari pusat investasi, pusat laba, pusat biaya dan pusat pendapatan.

Jenis-jenis utama pusat pertanggungjawaban :

1. Pusat biaya : Manajer bertanggung jawab hanya terhadap biaya

2. Pusat pendapatan : Manajer bertanggung jawab hanya terhadap penjualan

3. Pusat laba : Manajer bertanggung jawab terhadap penjualan dan biaya

4. Pusat investasi : Manajer bertanggung jawab terhadap penjualan, biaya, dan investasi modal

PENGUKURAN KINERJA PUSAT INVESTASI DENGAN MENGGUNAKAN LAPORAN LABA RUGI VARIABEL DAN ABSORPSI

Dua metode perhitungan laba yang telah dikembangkan,yaitu berdasarkan perhitungan biaya variable dan yang lainnya berdasarkan perhitungan biaya penuh atau absorpsi. keduanya merupakan metode perhitungan biaya karena berkaitan dengan cara menentukan biaya produk.

· Perhitungan biaya variable juga disebut dengan perhitungan biaya langsung. Hanya membebankan biaya manufaktur variable ke produk; biaya-biaya ini meliputi bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead variable.

· Perhitungan biaya absorpsi membebankan semua biaya manufaktur kepada produk. Bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, overhead variable, dan overhead adalah biaya-biaya yang tetap sebagai biaya produk, bukan biaya periode. Dan overhead tetap biaya yang dapat diinvetarisasikan.

PENGUKURAN KINERJA PUSAT INVESTASI DENGAN MENGGUNAKAN ROI

Pusat-pusat investasi umumnya dievaluasi berdasarkan pengembalian atas investasi (ROI).

Pengembalian Investasi

Divisi-divisi yang merupakan pusat investasi akan memiliki laporan laba rugi dan neraca sendiri. Satu cara mengaitkan laba operasi dengan aktiva yang digunakan adalah dengan menghitung pengembalian atas investasi (return on investment –ROI), yaitu laba yang diperoleh untuk setiap dolar investasi dengan menggunakan rumus: ROI = Laba operasi / Aktiva operasi rata-rata

Margin dan Perputaran

ROI = Margin x perputaran = (Laba operasi/Penjualan) x (Penjualan /Aktiva operasi rata-rata).

Mengukur Kinerja Pusat Investasi dengan Menggunakan Laba Residu dan Nilai Tambah Ekonomi.

Laba residu adalah perbedaan antara laba operasi dan pengembalian dolar minimum yang disyaratkan atas aktiva operasi perusahaan.

Laba residu = Laba operasi – (Tingkat pengembalian minimum x Aktivitas operasi rata-rata)

Nilai tambah ekonomi adalah laba bersih dikurangi total biaya modal tahunan. Pada dasarnya, EVA adalah laba residu dengan biaya modal sama dengan biaya modal aktual dari perusahaan.Jika EVA positif berarti perusahaan manambah kekayaan, jika negative berarti perusahaan menyia-nyiakan modal. EVA juga menghasilkan tingkat pengembalian seperti ROI karena menghubungkan penghasilan bersih (pengembalian) dengan modal yang dipakai. Persamaan EVA dinyatakan sebagai berikut:

EVA = Laba operasional setelah pajak – (Persentase biaya modal aktual x Total modal terpakai).

PENETAPAN HARGA TRANSFER

Yang dimaksudkan dengan harga transfer (transfer price) adalah nilai atau harga internal antar divisi dalam suatu perusahaan. Divisi yang menerima dianggap sebagai pembeli dan divisi yang mengirim dianggap sebagai penjual. Dampak dari harga transfer terhadap divisi antara lain :
1. Dampak Terhadap Ukuran Kinerja Divisi.
2. Dampak terhadap Keuntungan Perusahaan.
3. Dampak tehadap otonomi.

Kebijakan Penetapan Harga Transfer

Dalam penyusunan sebuah kebijakan penetapan harga transfer, kedua pandangan dari divisi penjual dan divisi pembeli harus dipertimbangkan. Pendekatan biaya peluang mencapai tujuan tersebut dengan mengidentifikasi harga minimum yang ingin diterima divisi penjual dan harga maksimum yang ingin dibayar divisi pembeli.

Harga Pasar

Jika terdapat pasar luar dengan persaingan sempurna untuk produk yang ditransfer, maka harga transfer yang sesuai adalah harga pasar.

Harga Transfer Berdasarkan Biaya

Tiga bentuk penetapan harga berdasarkan biaya : (1) Biaya penuh; biaya penuh meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead variable dan sebagai biaya overhead tetap. (2) Biaya penuh ditambah mark-up. (3) Biaya variable ditambah biaya tetap.

Harga Transfer yang Dinegosiasikan

Kelemahan harga transfer yang dinegosiasikan : (1) Manajer divisi yang menguasai informasi khusus mungkin mengambil keuntungan dari manajer divisi lainnya. (2) Ukuran-ukuran kinerja mungkin terganggu oleh ketrampilan negosiasi dari para manajer. (3) Negosiasi dapat menghabiskan waktu dan sumber daya yang besar. Keunggulan harga transfer yang dinegosiasikan adalah harga transfer yang dinegosiasikan menawarkan harapan untuk melengkapi ketiga kriteria kesesuaian tujuan, otonomi dan akurasi evaluasi kinerja.

Tidak ada komentar:

Terima kasih karena telah mengunjungi Blog ini. Usahakan komen karena komen anda turut membangun blog ini. Tolong berikan komentar yang layak, No SARA, No Spam, dan No Live-Link.

© 2013 CAROLUSIANO.BLOGSPOT.CO.ID ALL RIGHTS RESERVED